Cara membuat layout melalui aplikasi Diptrace
PCB adalah komponen penting dalam dunia elektronika. PCb menjadi sangat
spesial karena komponen tersebut tidak dijual dipasaran. Yang dimaksud
disini tentunya PCB yang sesuai dengan skema rangkaian yang kita
perlukan, karena jika PCb polos atau PCb pola lubang masih bisa kita
temui.
Jika saat sekolah kita dikenalkan dengan kertas kotak-kotak untuk proses layout manual, kini seiring dengan perkembangan komputer maka pekerjaan layout menjadi semakin mudah dengan bantuan software bantu layout PCB. Beberapa software layout yang umum dipakai adalah EAGLE, PROTEUS, PROTEL, ORCAD, DIPTRACE, FREEPCB dan masih banyak lagi. Masing-masing tentunya punya kelebihan dan kekurangan yang menjadikan pertimbangan kita untuk menentukan pilihan, dan menurut saya pribadi sih aplikasi diptrace ini lebih bagus dari aplikasi yang saya sebutkan diatas karena bersifat freeware.
Sesuai judul diatas, kali ini kita fokuskan pilihan pada DIPTRACE buatan Novarm corp. Sebagai software pendatang baru, DIPTRACE layak diperhitungkan karena banyaknya library dan fitur “convert to PCB” serta tidak ketinggalan fitur “auto router” -nya. Namun yang paling tidak bisa ditolak adalah versi Freeware-nya yang mengijinkan kita untuk layout sampai 300pin, cukup untuk layout modul yang cukup lumayan lengkap.
A. Proses pembuatan skema
1. Buka aplikasi Schematic, jika ada pop up windows getting start silahkan di close saja. (bagi yang mudeng bahasa inggris bisa juga di baca-baca DIPTRACE tutorial nya).
2. Ubah unit menjadi mm (milimeter) pada menu View > Unit > mm.
3. Setup library dengan masuk ke menu Library > Library Setup lalu centang “Get Libraries from folder” kemudian browse ke folder “C:\Program Files\DipTrace\Lib”.
4. Jika terganggu dengan background putih, silahkan diganti mode color pada menu View > Color ganti template “White background” dengan “Black background”.
5. Pastikan toolbar component dan toolbar libraries dalam kondisi aktif, jika tidak maka aktifkan melalui menu View > Toolbar lalu centang Libraries dan Components.
6. Klik “Discrete” pada toolbar Libraries lalu ambil resistor dengan memilih komponen “RES” pada toolbar ‘Components”, kemudian klik pada sheet/area gambar sebanyak 4 kali kamudian klik kanan/escape untuk kembali ke mode default.
7. Ambil komponen elco dengan memilih “CAP100RP” juga pada toolbar Components, kemudian taruh di sebelah kanan resistor tadi sebanyak 4 kali juga.
8. Hubungkan antar kaki komponen seperti pada gambar berikut ini.
9. Simpanlah dengan klik menu File > Save as.
B. Proses konversi ke PCB dan proses layout dengan Autorouter
1. Masih pada aplikasi Schematic, klik “Convert to PCB” pada menu “File”, pilih “Use Schematic Rules” lalu klik OK.
2. Kemudian aplikasi PCB Layout akan terbuka dan jika semua benar akan tampil seperti ini.
3. Atur tata letak komponen dengan menggesernya.
4. Setup Autorouter pada menu Route > Autorouter Setup.
5. Untuk mode single layer, klik tab setting lalu ubah priority Layer Top menjadi OFF.
6. Start autorouter pada menu Route > Run Autorouter.
7. Dan layout PCB kita telah jadi, Simpan layout dengan klik menu File > Save as.

Ya sekian tutorial dari saya jika ada yang kurang jelas silahkan komentar di bawah
Jika saat sekolah kita dikenalkan dengan kertas kotak-kotak untuk proses layout manual, kini seiring dengan perkembangan komputer maka pekerjaan layout menjadi semakin mudah dengan bantuan software bantu layout PCB. Beberapa software layout yang umum dipakai adalah EAGLE, PROTEUS, PROTEL, ORCAD, DIPTRACE, FREEPCB dan masih banyak lagi. Masing-masing tentunya punya kelebihan dan kekurangan yang menjadikan pertimbangan kita untuk menentukan pilihan, dan menurut saya pribadi sih aplikasi diptrace ini lebih bagus dari aplikasi yang saya sebutkan diatas karena bersifat freeware.
Sesuai judul diatas, kali ini kita fokuskan pilihan pada DIPTRACE buatan Novarm corp. Sebagai software pendatang baru, DIPTRACE layak diperhitungkan karena banyaknya library dan fitur “convert to PCB” serta tidak ketinggalan fitur “auto router” -nya. Namun yang paling tidak bisa ditolak adalah versi Freeware-nya yang mengijinkan kita untuk layout sampai 300pin, cukup untuk layout modul yang cukup lumayan lengkap.
A. Proses pembuatan skema
1. Buka aplikasi Schematic, jika ada pop up windows getting start silahkan di close saja. (bagi yang mudeng bahasa inggris bisa juga di baca-baca DIPTRACE tutorial nya).
2. Ubah unit menjadi mm (milimeter) pada menu View > Unit > mm.
3. Setup library dengan masuk ke menu Library > Library Setup lalu centang “Get Libraries from folder” kemudian browse ke folder “C:\Program Files\DipTrace\Lib”.
4. Jika terganggu dengan background putih, silahkan diganti mode color pada menu View > Color ganti template “White background” dengan “Black background”.
5. Pastikan toolbar component dan toolbar libraries dalam kondisi aktif, jika tidak maka aktifkan melalui menu View > Toolbar lalu centang Libraries dan Components.
6. Klik “Discrete” pada toolbar Libraries lalu ambil resistor dengan memilih komponen “RES” pada toolbar ‘Components”, kemudian klik pada sheet/area gambar sebanyak 4 kali kamudian klik kanan/escape untuk kembali ke mode default.
7. Ambil komponen elco dengan memilih “CAP100RP” juga pada toolbar Components, kemudian taruh di sebelah kanan resistor tadi sebanyak 4 kali juga.
8. Hubungkan antar kaki komponen seperti pada gambar berikut ini.
9. Simpanlah dengan klik menu File > Save as.
B. Proses konversi ke PCB dan proses layout dengan Autorouter
1. Masih pada aplikasi Schematic, klik “Convert to PCB” pada menu “File”, pilih “Use Schematic Rules” lalu klik OK.
2. Kemudian aplikasi PCB Layout akan terbuka dan jika semua benar akan tampil seperti ini.
3. Atur tata letak komponen dengan menggesernya.
4. Setup Autorouter pada menu Route > Autorouter Setup.
5. Untuk mode single layer, klik tab setting lalu ubah priority Layer Top menjadi OFF.
6. Start autorouter pada menu Route > Run Autorouter.
7. Dan layout PCB kita telah jadi, Simpan layout dengan klik menu File > Save as.

Ya sekian tutorial dari saya jika ada yang kurang jelas silahkan komentar di bawah


Comments
Post a Comment